Sekilas tentang Urbinasopen

pantai Urbinasopen

Urbinasopen merupakan kampung yang merupakan ibukota di distrik Waigeo Timur, kabupaten Raja Ampat. Ada empat desa di distrik Waigeo Timur yaitu: Urbinasopen, Yensner, Puper, dan Yenbekaki. Keempat kampung ini berjarak cukup jauh dan masing- masing berada di pesisir pantai. Jika dilihat di google map, akan tampak kampung Urbinasopen terletak di ujung tenggara pulau Waigeo. Tampak pasir putihnya yang bersih di ujung pulau yang jika dizoom akan terlihat pemukiman penduduk di pesisir pantainya.

Penampakan Kampung Urbinasopen di Google Map

Akses menuju kampung Urbinasopen hanya bisa dilakukan melalui perjalanan laut. Jadi jika kita berada di kampung Urbinasopen akan tampak berjajar perahu- perahu masyarakat Urbinasopen di sepanjang pantainya. Ada perahu yang kecil, sedang, dan ada yang besar. Namun semuanya berbentuk sama. Tidak ada satupun yang beratap. Semuanya berupa perahu terbuka yang dijalankan dengan menggunakan mesin tempel.

Pulau Wayim nampak dari Urbinasopen

Kondisi pantai Urbinasopen sangat indah. Pantainya berpasir putih dan airnya jernih. Pasir putih di pantai Urbinasopen ini cukup luas. Terkadang jika air laut sedang surut tampak pasir putih yang menyembul agak ke tengah laut. Hampir- hampir mirip pasir timbul, hanya saja terlalu dekat ke darat. Air laut yang jernih membuat kita dapat melihat ke dasar lautan jika berada di atas longboat atau jika sedang berenang di sekitar pantai. Tampak di dasar lautan rumput- rumput laut dan beberapa terumbu karang. Namun, untuk terumbu karang di Urbinasopen tidak terlalu banyak. Ombak di sekitar pantai Urbinasopen juga tidak besar karena kampung ini berhadapan dengan pulau Wayim. Pemandangan pulau Wayim dari pantai Urbinasopen juga sangat indah. Dengan gelombang laut  yang tenang, pantai Urbinasopen aman untuk tempat bermain anak- anak. Setiap waktu jika cuaca cerah anak- anak biasa bermain di pantai. Ada yang main perahu, berenang, atau sekedar main air.

keseruan anak- anak bermain di pantai

Di tepian pantai berjajar pohon- pohon kelapa dan ketapang. Dengan adanya pohon- pohon ini, suasana di pantai serasa sejuk dan nyaman. Biasanya penduduk Urbinasopen meluangkan waktu duduk- duduk atau beristirahat di bawah pepohonan di pantai saat cuaca panas. Istirahat di bawah pohon di tepi pantai terasa nikmat di tengah cuaca panas Papua.

Menuju ke daratan, rumah- rumah penduduk tertata dengan rapi. Sepertinya pembagian tanah dan pembangunan rumah- rumah sudah diatur. Semuanya terkotak- kotak rapi dan jalan kampung cukup lebar. Bahkan ada sebagian jalan yang sudah dicor. Meski demikian, tidak ada kendaraan yang melintas di jalan kampung. Di kampung Urbinasopen tidak ada satupun kendaraan bermesin. Yang ada hanya sepeda, itupun hanya beberapa orang saja yang punya. Motor, mobil, apalagi truk tidak ada sama sekali. Wajar saja karena akses ke Urbinasopen hanya bisa lewat laut saja. Jalan darat sementara masih dibangun menghubungkan antar kampung. Jadi udara di kampung Urbinasopen sangat bersih, berbeda dengan udara di perkotaan. Meski cuaca panas atau matahari bersinar terik, rasanya tidak ada rasa pengap ketika berada di luar ruangan. Saya merasa langit di Urbinasopen juga lebih jernih, entah mungkin karena udaranya yang bersih bebas polusi.

Rumah- rumah penduduk di kampung Urbinasopen terkumpul dalam satu pemukiman. Di sisi sebelah barat terhalang oleh sebuah bukit terdapat pemakaman. Jika mengarah ke darat, dari pemukiman penduduk yang ada hanyalah hutan- hutan yang masih lebat. Di sisi sebelah timur terhalang oleh sebuah bukit, terdapat dermaga. Dermaga ini tidak difungsikan lagi karena jaraknya yang jauh dari pemukiman warga dan juga tidak ada kapal yang sandar di dermaga. Penduduk lebih suka bepergian dengan menggunakan perahu pribadi daripada naik kapal sehingga tidak ada kapal yang sandar di dermaga.

Mayoritas penduduk Urbinasopen bekerja sebagai nelayan dan berkebun. Hasil laut biasa dijual di kota. Hasil kebun biasa untuk mencukupi kebutuhan sehari- hari dan jika berlebih baru dijual. Kebun- kebun milik penduduk kampung berada terpisah dari kampung. Ada yang dekat dan ada pula yang jauh. Namun para penduduk masih merasa dekat karena sudah terbiasa jalan jauh.


Pengalaman menarik dapat bertugas di kampung Urbinasopen. Melihat salah satu sudut pulau Waigeo dengan segala keindahannya.

2 komentar:

  1. Halo ibu....
    Perkenalkan saya sm3t 4 yg dulu berada di sopen....
    Apa kabar sopen?
    Apakah gedung baru sekolah sudah di fungsikan?
    Dulu ketika masih kumpul di waisai, saya mencari tau kepada orang2 kota bagaimana urbinasopen itu. Banyak yang bilang "hati2 dengan orang sopen" hihihihi..... Eeeee ternyata setelah tinggal di sopen, tidak semua kecemasan yang ada di waisai terbukti.... Orang sopen sangat ramah, orang yg bersaudara dan menjaga adat tradisi mereka. Salam kenal ibu.... Selamat mengabdi di kampung ujung tanjung.....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haloo.. Salam kenal juga... Syukur alhamdulillah, di sopen skarang sudah ada jaringan telpon. Gedung sma sudah dipakai, hanya 3 kelas saja sementara ruang guru darurat dibangun anak2. Ada 2 mess guru juga di sisi barat sekolah.kmaren ada sm3t v dan vi smoga ke depan ada tambahan guru lagi..

      Hapus

Diberdayakan oleh Blogger.

Instagram